5 April 2011
Mari bercakap-cakap denganku di persimpangan jalan itu, tempat orang-orang bersua
Petani dan pedatinya, Pangeran dan kereta kencananya
Harapan dan putus asa yang tampil di jalanan
dan di antaranya ada Musa,
berlari mengejar hidup
Mari bercakap-cakap denganku, saling mengiyakan
lalu kita pulang ke pelukan kekasih-kekasih kita
sambil menginsyafi bahwa kita tidak telah mengubah apa-apa
tapi kita sudah bercakap-cakap, dan kita merasa puas
Categories: Catatan Keseharian, Susastera
sajak seorang pejalan kaki, btw kenapa harus ada Musa? kenapa tidak -katakanlah misalnya- Yahya atau Isa?
Kan Musa (a.s.) anak jalanan. Baru lahir udah dilempar ke jalanan. Udah gede nonjok orang Qibthi sampai meninggal terus kabur nyebrang laut ke Kana’an. Jadi Nabi, memimpin satu bangsa tertindas menempuh perjalanan kembali ke tanah air nenek moyang..