Beranda > Catatan Keseharian, Susastera > 5 April 2011

5 April 2011

Mari bercakap-cakap denganku di persimpangan jalan itu, tempat orang-orang bersua

Petani dan pedatinya, Pangeran dan kereta kencananya

Harapan dan putus asa yang tampil di jalanan

dan di antaranya ada Musa,

berlari mengejar hidup

Mari bercakap-cakap denganku, saling mengiyakan

lalu kita pulang ke pelukan kekasih-kekasih kita

sambil menginsyafi bahwa kita tidak telah mengubah apa-apa

tapi kita sudah bercakap-cakap, dan kita merasa puas

  1. Oktober 18, 2011 pukul 3:26 am | #1

    sajak seorang pejalan kaki, btw kenapa harus ada Musa? kenapa tidak -katakanlah misalnya- Yahya atau Isa?

    • Oktober 19, 2011 pukul 8:16 am | #2

      Kan Musa (a.s.) anak jalanan. Baru lahir udah dilempar ke jalanan. Udah gede nonjok orang Qibthi sampai meninggal terus kabur nyebrang laut ke Kana’an. Jadi Nabi, memimpin satu bangsa tertindas menempuh perjalanan kembali ke tanah air nenek moyang..

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.